KATA PENGANTAR
Puji syukur
penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Perilaku Sosial Tawuran Antar Palajar”.
Penulisan
makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan
tugas mata pelajaran Ilmu Sosial Dasar.
Dalam Penulisan
makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis
penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk
itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Bekasi, Oktober 2012
Muhayati
DAFTAR ISI
Kata Pengantar …………………………………………………………………… i
BAB 1 PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah …………………………………….. 3
B.
Tujuan
......................................................................................
3
C.
Sasaran
.....................................................................................
4
BAB 2 PERMASALAHAN
A.
Pengertian Tawuran ……………………………………........
5
B.
Faktor – Faktor Penyebab Terjadinya Tawuran.......................
5
C.
Contoh Kasus Tawuran Pelajar …………………………......
6
BAB 3 PENUTUP
A.
Kesimpulan ………………………………………………… 7
B.
Rekomendasi ……………………………………………….. 7
Daftar Pustaka ………………………....…………………… 8
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masa perkembangan
yang terjadi pada saat remaja adalah masa yang sulit, karena banyak faktor yang
mempengaruhi baik secara internal maupun eksternal dalam kehidupan renaja itu
sendiri. Semakin sering terjadi tawuran yang dilakukan oleh kalangan pelajar
ini, merupakan hal yang perlu diperhatikan dan sangat menghawatirkan.
Hal ini yang
terjadi pada saat tawuran adalah perilaku agresif dari seseorang individu atau
kelompok, menurut Murray (Hall dan Lindzey, psikologi kepribadian, 1993)
didefinisikan sebagai suatu cara untuk melawan dengan sanagat kuat, berkelahi,
melukai, menyerang, membunuh atau, menghukum orang lain. Singkatnya agresi
adalah tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain atau merusak milik
oarang lain.
Banyakanya tawuran antar pelajar di kota –
kota besar di Indonesia merupakan fenomena yang menarik untuk dibahas dan di
cari jalan keluarnya untuk mengatasi masalah tawuran antar pelajar. Perkelahian yang dilakukan oleh
sesama pelajar ini sangat merugikan banyak pihak selain para pelajar itu
sendiri dan untuk mencari jalan penyelesaian terbaik dalam menekan permasalah
ini agar tidak terus-menerus berlangsung dalam kehidupan para pelajar dan tidak
berdampak buruk pada masa depan mereka.
B. Tujuan
Dalam
hal ini tujuannya adalah mengetahui faktor-faktor penyebab yang dapat memicu
dan menumbuhkannya tawuran antar pelajar, menemukan penanggulanan yang tepat dalam
menyikapi kenalakalan sikap pera pelajar.
C. Sasaran
1.
Pelajar
Pelaku utama yang melakukan dalam
permasalahan ini adalah pelajar itu sendiri tanpa mengenal adanya pembatas nama
dari sekolah itu sendiri.
2.
Orang tua
Sebagai
Pedoman pemberi arah sikap dan tingkah laku yang diterapkan kepada anak,
dilaksanakan oleh anak itu sendiri sebagai landasan dalam kehidupan pelajar.
3.
Lembaga Sekolah
Lembaga
yang memberikan pendidikan untuk memberikan tindakan yang baik untuk dilakukan
dalam kegiatan kehidupan pelajar.
4.
Pihak Kepolisian
Kepolisian
yang menertibkan keamanan dan kenyamanan untuk selalu memberikan peraturan yang
baik untuk semua pihak terutama kepada pelajar.
5.
Pemerintah
Ikut
sertanya pemerintahan dalam permasalahan yang dihadapi oleh para pelajar saat
ini dalam mengurangi masalah tawuran antar pelajar.
BAB II
PERMASALAHAN
A. Pengertian Tawuran
Tawuran
atau Tubir adalah istilah yang sering digunakan masyarakat Indonesia, khususnya
di kota-kota besar sebagai perkelahiaan atau tindakan kekerasan yang di lakukan
oleh sekelompok atau suatu rumpun masyarakat. Sebab tawuran ada beragam, mulai
dari hal sepele sampai hal-hal serius yang menjurus pada tindakan bentrok. Tawuran paling banyak diartikan sebagai perkelahian massal antara dua
kubu siswa suatu sekolah. Misalnya tawuran antar sma melawan sma lain yang
sering diakibatkan oleh hal-hal sepele, mulai dari saling mengejek, samapai
dengan perebutan seorang siswi yang berbeda sekolah sma. Maka dengan fakta
seperti itu, tawuran sulit dihindarkan.
B. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Tawuran
Faktor internal dan faktor eksternal, yang pertama faktor internal
adalah faktor yang berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru
oleh remaja dalam menanggapi miliu di sekitarnya dan semua pengaruh dari luar.
Perilaku ini merupakan reaksi ketidak mampuan dalam melakukan adaptasi terhadap
lingkungan sekitar yang dihadapi. Sedangkan yang kedua faktor eksternal yang
terdiri beberapa bagian diantaranya:
1. Faktor keluarga
Baik buruknya rumah tangga atau
berantakan dan tidak nya sebuah rumah tangga. Perlindungan lebih yang diberikan
orang tua.Penolakan orang tua, ada pasangan suami istri yang tidak pernah bisa
memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu. pengaruh buruk
dari orang tua, tingkah laku kriminal dan tindakan asusila.
2. Faktor lingkungan sekolah
Lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan
bisa berupa bangunan sekolah yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa halaman
bermain yang cukup luas, tanpa ruangan olah raga, minimnya fasilitas ruang
belajar, jumlah murid di dalam kelas yang terlalu banyak dan padat, ventilasi
dan sanitasi yang buruk dan lain sebagainya.
3. Lingkungan Keluarga
Lingkungan sekitar yang tidak selalu baik dan
menguntungkan bagi pendidikan dan perkembangan remaja, seorang
anak remaja yang belum mempunyai pengetahuan cukup mengenai pengetahuan sosial
dapat dengan mudah di pengaruhi lingkungan sekitar.
C. Contoh Kasusu Tawuran Antar Pelajar
Tawuran antar-kelompok
pelajar yang memakan korban jiwa terjadi siang ini di Jalan Minangkabau
Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Menurut
keterangan saksi mata, tawuran yang terjadi di dekat Restoran Toba Tabo
tersebut melibatkan pelajar SMA Yayasan Karya 66 dan pelajar dari SMK Kartika
Zenni Matraman. Seorang saksi mata, kejadian yang bermula dengan saling
melempar batu saat kedua belah pihak bertemu, pada hari Rabu tanggal 26
september 2012 sekitar jam 13.00. Kelompok pelajar SMA Yayasan Karya 66 yang
melarikan diri ke arah Manggarai. Kemudian SMA Yayasan Karya 66 dikejar dari
kelompok SMK Kartika Zenni . Dimana salah satu anggota dari SMA Yayasan Karya
tertinggal dari kelompoknya, kemudian terkena senjata tajam berupa celurit dari
salah seorang pelajar dari SMK Kartika Zenni.
Kemudiaan korban langsung terjatuh di tengah jalan menuju arah
Tebet-Pancoran, dengan keadaan luka yang cukup parah di bagian rusuk dan
pinggangnya, ia pun meninggal sebelum dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo yang
berada di Jakarta Pusat.
Dengan saksi mata lainnya, menuturkan korban yang serin
di panggil dengan nama panggilan Yadut. Bernama lengkap sebagai Deny Yanuar
berumur 17 tahun, seorang warga yang bertempat tinggal di Jalan Manggis I RT 04
dan RW 05 NO 2, Manggarai Selatan. Ia juga tercatat di sekolahnya sebagai siswa
yang duduk di kelas XII jurusan IPS SMA Yayasan Karya 66.
BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1. Kesimpulan
Tawuran antar pelajar berdamapak
negatif bagi beberapa pihak terutama bagi para pelajar itu sendir, tawuran yang
dilakukan oleh para pelajar merupakan alasan mereka terhadap faktor internal
dan eksternal di sekitar kehidupan mereka yang kurang baik dan sangat
mempengaruhi. Terlebih lagi dengan masa pertumbuhan yang masih memerlukan
informasi dan pengetahuan mengenai kehidupan sosial masyarakat.
2. Rekomendasi
1. Memberikan kegiatan positif kepada para remaja dalam
kehidupan di sekolah maupun di kehidupan pergaulannya.
2. Keluaraga memberikan dukungan dan contoh perilaku
nilai dan norma yang baik kepada anak – anaknya dalam kegiataan bersosialisasi
dan penerapan unsur agam sejak kecil.
3. Media massa memberikan informasi yang bersifat
kependidikan.
4. Memberikan pendidikan mengenai damapak yang di
timbulakn dari tawuran antar pelajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar