Senin, 15 Mei 2017

Keterbatasan Undang-Undang Republik Indonesia No 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi Dalam Mengatur Keamanan Berkomunikasi


Penulis akan membahas keterbatasan mengenai undang-undang republik indonesia no 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi serta pendapat yang penulis sampaikan terhadap  Pasal 20 yang terdapat dalam UU dengan penjelasan pasal “ Setiap penyelenggara telekomunikasi wajib memberikan prioritas untuk pengiriman, penyaluran, dan penyampaian informasi penting yang menyangkut : 

a. keamanan negara;
b. keselamatan jiwa manusia dan harta benda;
c. bencana alam;
d. marabahaya; dan atau
e. wabah penyakit “

Penulis berpendapat  keterbatasan pasal 20 yaitu banyak pengguna yang memanfaatkan UU pada pasal 20 ini untuk menyebarkan informasi hoax. Seperti informasi wabah penyakit yang belum pasti kebenaran sumber penyebabnya, awal terjadinya, faktor yang mempengaruhi  penyakit, dan lain-lain. Informasi hoax ini  dapat menyebabkan kecemasan pada masyarakat luas mengenai informasi tersebut apabila diatas namakan suatu golongan atau lembaga tertentu. Berikut ini contoh penyebaran pesan bahaya Aspartam.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengakui hingga saat ini tak berhasil menemukan penyebar pesan bahaya Aspartam (pemanis buatan) yang mengatas namakan Ikatan Dokter Indonesia. "Itu SMS bukan dari IDI," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia Priyo Sidipratomo ketika dihubungi Sabtu (19/2) Dalam situs www.idionline.org, Pengurus Besar IDI sudah membantah pesan berantai tersebut sejak 2 Maret 2010.

Isi pesannya ialah : IKATAN DOKTER INDONESIA (IDI):Saat ini sdg ada wabah pengerasan otak & sumsum tulang blkg.Jangan minum produk:EXTRA JOSS, M-150, KOPI SUSU GELAS, KIRANTI,KRATINGDAENG,HEMAVITON, NEO HORMOVITON,MARIMAS, FRUTILLO,SEGAR SARI, POP ICE,SEGAR DINGIN VIT C, OKKY JELLY DRINK, INACO,GATORADE,NABATI, ADEM SARI, NATURADE GOLD, AQUA SPLASH FRUIT, krn mengandung ASPARTAME (lebih keras dari Biang Gula) racun yg menyebabkan diabetes, kanker otak dan bisa mematikan sumsum tulang. Diteruskan kpd orang2 yang kita cintai & kita sayangi dr.H.ISMUHADI, MPH
(0811-323601).
     
Menurut Priyo dokter yang disebut tak merasa mengirimkan pesan itu. Setelah beredarnya pesan tersebut setahun lalu, IDI langsung mengkonfirmasi dengan dokter Ismuhadi. "Namanya dicatut," ucap dia. Kini Ikatan Dokter menyerahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk meluruskan berita tersebut. "Karena mereka yang berkompetensi soal itu," Priyo beralasan. Kalau Badan Pengawas sudah menjamin bahwa Aspartam itu aman, maka Ikatan Dokter pun memegang itu. Kamis lalu, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat, Badan Pengawas kembali menegaskan bahwa Aspartam aman dikonsumsi. Asalkan sesuai ambang batas konsumsi yakni 600 mg/ per kg produk (aturan Codex)

Daftar Pustaka                     

ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI

       Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian system informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 yang mencakup privasi, akurasi, properti, dan akses, yang dikenal dengan akronim PAPA. Berikut ini isu-isu yang terkait dalam etika profesi teknologi informasi PAPA, sebagai berikut :
1.      Privacy 
Pengertian privasi yaitu menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasipribadi dari pengaksesan oleh orang lainyang tidak diberi izin unruk melakukannya.

Contoh isu privacy 

Etika dan kebijakan privasi merupakan panduan bagi perusahaan untuk melindungi informasi pribadi pelanggan, klien maupun karyawan. Para pendukung privasi lebih menyukai pilihan yang melarang institusi mengumpulkan informasi kecuali orang yang bersangkutan mengijinkannya.

Salah satu alat privasi tersedia bagi konsumen adalah Platform for Privacy Preferences  (P3P), sebuah protokol yang secara otomatis mengkomunikasikan kebijakan privasi antara situs Web perdagangan elektronik dan pengunjung ke situs tersebut. P3P memungkinkan pengunjung untuk menentukan jenis data pribadi yang dapat diolah situs yang mereka kunjungi. Hal ini juga memungkinkan pengunjung untuk membandingkan kebijakan privasi situs untuk preferensi pengunjung atau standar lainnya, seperti Federal Trade Commission's (FTC) informasi yang adil praktek standar atau Eropa direktif pada Perlindungan Data

2.      Akurasi

Pengertian Akurasi terhadap informasi merupakan factor yang harus dpenuhi oleh sebuah sistem informasi. Ketidak akurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dan bahkan membahayakan.



Contoh Isu Akurasi

Sebuah kasusakibat kesalahan penghapusan nomor keamanan social dialami oleh Edna Rismeller (Alter, 2002, hal.292). Akibatnya, kartu asuransinya tidak bias digunakan bahkan pemerintah menarik kembali cek pension sebesar $672 dari rekening banknya. Kisah lain dialami oleh para penyewa apartemen di Amerika yang karena sesuatu hal pernah bertengkar dengan pemiliki apartemen. Dampaknya, terdapat tanda tidak baik dalam basis data dan halini membuat mereka sulit untuk mendapatkan apartemen lain. Mengingat data dalam sistem informasi menjadi bahan dalam pengambilan keputusan, keakurasiannya benar-benar harus diperhatikan.

3.      Properti

Pengertian Perlindungan terhadap hak properti yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenaldengan sebutan HAKI(hak atas kekayaan intelektual). Di Amerika Serikat, kekayaan intelektual diatur melalui tiga mekanisme, yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).

Contoh isu property

Isu yang juga marak sampai saat ini adalah banyaknya penyali perangkat lunak secara ilegal dengan sebutan pembajakan perangkat lunak (software privacy). Beberapa solusi untuk mengatasi hal ini telah banyak ditawarkan, namun belum memiliki penyelesaian, seperti sebaiknya software terutana yang bisa dijual dengan harga yang relative murah. Solusi yang mengkin bias digunakan untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki dana yang terbatas untuk membeli perangkat lunak yang tergolong sebagai open source.

4.      Akses

Fokus dari masalah akses adalah pada penyedian akses untuk semua kalangan. Teknologi informasi diharapkan tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk semuapihak.

Contoh isu Akses

Untuk mendukung pengaksesan informasi Web bagi orang buta, TheProducivity Works (www.prodworks.com) menyediakan Web Broser khusus diberi nama pw WebSpeak. Browser ini memiliki prosesor percakapan dan dapat (Zwass, 1998)


Daftar Pustaka